SALAK, PAKPAK BHARAT — Dalam Sidang Istimewa DPRD Kabupaten Pakpak Bharat yang mengiringi peringatan hari jadi daerah ke-23, Bupati Franc Bernhard Tumanggor menegaskan bahwa kemajuan yang dirasakan saat ini tidak lepas dari tetesan keringat dan perjuangan tulus para pendiri daerah. Di hadapan para anggota dewan, pimpinan instansi, serta masyarakat, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh dan pemrakarsa berdirinya Kabupaten Pakpak Bharat.
“Perhatian, tenaga, dan pikiran tulus yang Bapak/Ibu curahkan telah melahirkan tanah yang kita cintai ini. Perjuangan itu menjadi sejarah pengingat bagi kita semua, khususnya generasi muda, untuk meneruskan cita-cita luhur dengan kerja keras dan karya nyata di berbagai bidang,” ucap Franc dalam pidatonya, Kamis (28/7/2026).
Momen istimewa ini terasa lebih hangat dengan kehadiran salah satu arsitek pemekaran wilayah, dr. MP Tumanggor. Bupati secara khusus menyambut dan mengapresiasi kehadiran tokoh kunci tersebut.
“Selamat datang dan terima kasih kami ucapkan kepada Bapak dr. MP Tumanggor. Terima kasih atas warisan sejarah yang Bapak ukir 23 tahun silam—lewat pemikiran visioner, pengorbanan, dan perjuangan gigih yang mewujudkan impian berdirinya kabupaten mandiri ini,” tutur Franc dengan nada haru. Ia pun mendoakan agar Sang Pencipta senantiasa memberikan kesehatan dan kedamaian bagi tokoh pemekaran beserta keluarga, serta menjadikan semangat juangnya sebagai panutan abadi.
Menghargai Jejak Masa Lalu, Melangkah Menuju Masa Depan
Selain mengenang para pendiri, Bupati juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh Penjabat Bupati, Bupati, Wakil Bupati, serta anggota DPRD dari masa ke masa. Pengabdian dan kontribusi mereka di setiap era kepemimpinan dinilai menjadi fondasi kuat yang membawa Pakpak Bharat kini bersanding sejajar dengan daerah maju lainnya di Provinsi Sumatera Utara.
Pada kesempatan itu, Franc juga menguraikan berbagai capaian pembangunan yang telah berhasil dipersembahkan bagi masyarakat sepanjang perjalanan usia kabupaten yang kini memasuki angka 23 tahun.
Semangat “Kasah Kininduma”
Puncak peringatan hari jadi tahun ini diusung dengan tema yang sarat makna filosofis dan jati diri, yaitu “Kasah Kininduma”. Franc menjabarkan makna mendalam dari dua kata tersebut: Kasah melambangkan kegigihan dan semangat juang yang tak kenal lelah dalam bekerja, sedangkan Kininduma merepresentasikan cita-cita luhur masyarakat akan kemakmuran, kesejahteraan, serta kelimpahan hasil bumi yang dirasakan secara merata.
“Melalui tema ‘Kasah Kininduma’, saya mengajak kita semua untuk duduk bersama dalam satu visi, menyatukan derap langkah, dan berkolaborasi tanpa sekat. Mari kita petik bersama buah kemakmuran di tanah Pakpak yang kita cintai ini,” ajak Bupati menutup pidatonya dengan penuh semangat.//Raja.S





























