Bupati Pakpak Bharat Dorong Langkah Cepat Cegah Konflik di Kawasan Eks PBPH

REDAKSI AS

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:02 WIB

5011 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAKPAK BHARAT — Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor mendorong adanya langkah cepat dan kolaboratif untuk menangani dinamika di lapangan terkait klaim kepemilikan lahan di kawasan eks Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT TPL di wilayah Pakpak Bharat dan Dairi.

Hal itu disampaikan Franc saat menghadiri Rapat Penertiban Kawasan Hutan Kabupaten Pakpak Bharat dan Dairi di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara.

Franc menilai pemasangan patok dan penanda kepemilikan oleh berbagai pihak berpotensi memicu konflik apabila tidak segera ditangani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Adanya upaya klaim kepemilikan oleh berbagai pihak dengan pemasangan patok-patok di lokasi tentu sangat berpotensi menimbulkan konflik. Hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dikhawatirkan bisa menimbulkan korban,” ujar Franc di hadapan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Heri W. Marpaung, S.STP., M.AP.

Rapat tersebut digelar menyikapi munculnya klaim dari sejumlah pihak dan masyarakat di lokasi eks PBPH. Klaim itu antara lain ditandai dengan pemasangan nama pada sejumlah pohon yang berada di kawasan tersebut.

Dalam rapat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa lokasi tersebut merupakan kawasan yang diperuntukkan bagi pembangunan teritorial Batalyon TP 908 Gajah Dompak sebagaimana ditetapkan melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kehutanan.

Pemerintah daerah juga diminta menyampaikan kepada masyarakat bahwa tidak dibenarkan adanya aktivitas pemerintah daerah maupun masyarakat di kawasan eks PBPH PT TPL. Ketentuan tersebut merujuk pada hasil sosialisasi Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) pada 16 April 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Eks PBPH tersebut, menurut penjelasan dalam rapat, tetap berada dalam penanganan Satgas Penertiban Kawasan Hutan.

Pemerintah daerah juga diminta mengantisipasi potensi aktivitas masyarakat yang diawali dengan pemasangan nama pada pohon-pohon di kawasan tersebut. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dinilai penting untuk memberikan ketenangan sekaligus mencegah berkembangnya konflik.

Pemprov Sumatera Utara menyatakan telah berkoordinasi dengan Satgas PKH dan meminta pemerintah daerah mengambil langkah untuk meminimalisasi potensi konflik di lapangan.

Sebagai tindak lanjut rapat, sejumlah langkah segera disepakati. Balai Gakkum akan memasang kembali plang “Kawasan Hutan” di areal eks PBPH paling lambat Rabu, 12 Agustus 2026. Pemasangan akan melibatkan sejumlah unsur terkait, antara lain UPTD KPH Wilayah XIV, kepolisian, pemerintah kecamatan dan desa, Batalyon TP 908 serta Babinsa Kodim Dairi.

Selain itu, seluruh areal Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan untuk Batalyon TP 908 Gajah Dompak akan dimanfaatkan sesuai peruntukannya sebagaimana SK Menteri Kehutanan Nomor 846 Tahun 2025.

Sosialisasi secara persuasif kepada masyarakat juga akan dilakukan Balai Gakkum bersama UPTD KPH Wilayah XIV.

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari Kabupaten Pakpak Bharat dan Dairi, di antaranya Bupati Dairi, Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Asisten Pemerintahan Kabupaten Dairi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Pakpak Bharat, Kapolres Dairi, Kapolres Pakpak Bharat, Kajari Dairi, Dandim 0206 Dairi, Komandan Batalyon TP 906 Sanalenggam, Komandan Batalyon TP 908 Gajah Dompak, Kepala Balai Gakkum Wilayah Sumatera, serta sejumlah pejabat teknis kehutanan dan lingkungan hidup.

Turut hadir Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah II Medan, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I Medan, pejabat bidang perlindungan dan penegakan hukum, bidang tata lingkungan dan penatagunaan hutan, bidang pemanfaatan hutan dan perhutanan sosial, serta Kepala UPTD KPH Wilayah XIV Sidikalang dan UPTD KPH Wilayah XV Kabanjahe.R.S

Berita Terkait

Kakanwil Ditjenpas Sumut Monitoring Lapas Pancur Batu, Pastikan Kualitas Layanan dan Pemenuhan Hak Warga Binaan
Serunya “Pilkada Mini” di MTs Swasta Sukaramai: Belajar Demokrasi Sejak Dini  
Satu Tanjak Satu Semangat, Kapolres dan LAMR Meranti Eratkan Silaturahim
Persempit Ruang Gerak Pengedar, Polres Bireuen Berhasil Sita 10,6 Kg Sabu dan Tangkap 2 Tersangka
Resmi Pimpin Polres Cimahi, AKBP Moh. Faruk Rozi Langsung Tancap Gas: Pelaku Penganiayaan Anak yang Viral Berhasil Ditangkap
Dana BOS Pemeliharaan SMPN 2 Katapang Ratusan Juta per Tahun, Sejumlah Fasilitas Sekolah Justru Memprihatinkan
Hari Jadi ke-23 Pakpak Bharat: Mengenang Perjuangan Tokoh Pemekaran dan Menyatu di Bawah Semangat “Kasah Kininduma”  
Di Bawah Payung Mocca: Cerita Sederhana Hari Jadi ke-23 Pakpak Bharat  
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:03 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Meminta Ketua Umum PDI Perjuangan Agar Memberikan Klarifikasi Ucapan Anggotanya “Menghina Wartawan Gerombolan Sirkus”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:30 WIB

Prof Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Akan Mewujudkan Harapan Masyarakat Tegaknya Hukum Tanpa Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:55 WIB

Fahd El Fouz A Rafiq : Pemberhentian Sekjend AMPI Tidak Sah dan Melanggaran Aturan Partai Golkar

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:43 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Merawat Gedung Juang 45 Menteng Jak-Pus Serta Di Fungsikan Kembali

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:15 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:47 WIB

YLBHI Kecam Prabowo, Sebutan “Londo Ireng” Dinilai Mengancam Kebebasan Pers

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:56 WIB

Fourlen Diana Terpilih Sebagai Ketua Umum DPP Tiara Kusuma Periode 2026–2030

Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:51 WIB

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Guncang Bandung, KDM dan Kepala Daerah Bandung Raya Kompak Tampil

Berita Terbaru

GAYO LUES

LIRA Serukan Pengusutan Dugaan Pungli Dinas Pertanian Gayo Lues

Sabtu, 15 Agu 2026 - 00:52 WIB