KARO SUMUT, Indonesia24News.net| Puluhan masyarakat berkumpul di Jambur Desa Kandibata Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo, Sumatera Utara, hal ini terkait keresahan dan permasalahan aktivitas proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro ( PLTMH) yang dikerjakan oleh PT Senina Hidro Energi belum usai dan masih berlanjut.
Hal ini terpantau, Kamis (01/10/2026) di Losd ( Jambur) Desa Kandibata, masyarakat menggugah vidio dan berharap penuh agar Anggota DPR RI Komisi III, dari Fraksi Demokrat, Dr. Hinca I.P Pandjaitan XIII S.H., M.H., ACCS, agar melihat situasi mereka, lahan mereka, yang katanya sudah diduga dibobol terowongan, tanpa sepengetahuan mereka, tanpa ada ganti rugi.
Ibu M. Br Purba mengatakan, kami memohon bantuan Bapak Hinca, dimana ada Pembangunan PLTMH di Desa kami yang dikerjakan oleh PT Senina Hidro Energi, sudah dikoreknya dibuatnya terowongan diatas tanah kami, tanah itu milik kami, warisan leluhur kami, tanah yang diwariskan tanpa diberitahukan kepada kami. ” Ujarnya.
Sebenarnya kami sudah letih Pak, kami sudah mengadu kesana kemari di Kabupaten Karo ini, namun aduan kami tidak ditanggapi, tidak ada lagi tempat kami mengadu, bahkan kami diobok-obok, kesana kemari kami dibuat Pak, sehingga kami sudah putus asa, tidak tau harus kemana lagi mengadu, jadi kami minta tolong pak, minta bantuan Bapak, datang ke kampung kami, lihat lah kami pak, lihat penderitaan kami, seakan akan kami yang pemilik tanah ini yang diwariskan kepada kami, kepada keturunan kami, kami sudah terasing di tempat kami, jadi kami mohon kehadiran Bapak, membantu kami, karena hanya Bapak harapan kami” Pungkas M. Br Purba.
Hal yang sama juga diucapkan oleh R Br Ginting, kami bermohon Pak, sudah kesana kemari kami mengadu tapi tidak ada yang terselesaikan, tolong kami ya Pak, kami minta tolong pak, kami mencari keadilan, kami seperti dijajah dikampung kami sendiri, tolong kami Pak Hinca.” Katanya.
Sementara Nini Beru Sembiring dengan Logat Bahasa Karo meminta kepada Hinca Pandjaitan, agar datang membantu, karena sudah membeku air mata, namun tanggapan tidak ada, kami bermohon agar Pak Hinca datang.” Ungkapnya dengan nada sedih.
Menurut salah satu warga, ya itu mungkin persoalan diduga lahan mereka sudah dibor untuk pembuatan terowongan bawah tanah, tanpa sepengetahuan mereka, dan tanpa penyelesaian ganti rugi juga mungkin, yang saya dengar dulu ada perjanjian dengan Pemdes, tapi entah bagaimana realisasinya kita tidak tahu” Bebernya.
Reporter : RANIWATI SITUKKIR






























