Papan Bunga Dari Orang Tua Siswa Keracunan MBG di Berastagi Menyuarakan Kalau Mereka Masih Berjuang Melawan Penyakit, Ekonomi dan Mengingatkan Janji Wapres RI Gibran

KEPRWIL SUMATERA UTARA

- Redaksi

Jumat, 25 September 2026 - 01:36 WIB

5048 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KARO SUMUT,Indonesia24News.Net| Mengingatkan kita sebuah peristiwa yang melahirkan ketakutan, kepanikan, cemas dan jeritan dimana mana, suara Ambulance sahut sahutan, Siswa siswi di 4 Sekolah, dua tempat berbeda keracunan massal usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis ( MBG), Kamis (13/08/2026) di SMA Negeri 1 Berastagi Jalan Jamin Ginting Kelurahan Gundaling II Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara dan SMP, SMA, SMK Swasta Bersama Simpang Ujung Aji Desa Rumah Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara.

Hal ini berjalan satu bulan lebih, hari ini Kamis (23/09/2026) warga Berastagi dikejutkan adanya dua papan bunga yang terpampang tidak jauh dari Tugu Perjuangan Berastagi, Papan Bunga tersebut kiriman dari ” Orang Tua Korban MBG di Karo” , tulisan yang bentuk apresiasi dan juga mengingatkan janji kepada Wakil Presiden Republik Indonesia ( Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apresiasi orang tua siswa korban keracunan massal usai menyantap menu MBG kepada Wakil Presiden RI adalah karena kehadiran dan kepedulian yang diberikan Wakil Presiden RI ini dan juga ada harapan dan janji yang dituangkan.

Dalam Papan Bunga itu tertulis “Terimakasih Pak Wapres Gibran Rakabuming Raka Atas Kepedulian Kepada Korban MBG di Karo, Tapi Belum Tuntas Pak.” dan juga ada Papan Bunga bertuliskan ” Janji Wapres RI Jangan Dilupakan, Pengobatan-Ganti Rugi, Tanpa Klaim BPJS- Pelayanan RS, kedua Papan Bunga ini tertanda kiriman ” Orang Tua Korban MBG di Karo”.

Orang tua korban keracunan massal ini banyak yang sudah letih, capek, ketakutan serta ada keluhan terkait ekonomi, ada anak mereka belum pulih terus dalam perawatan, namun mereka sedang berjuang sendiri, kadang harus terbentur dengan kesulitan keuangan karena terus menjaga anak yang belum pulih.

Salah satu orang tua siswa korban, ES (46) mengatakan kalau memahami pernyataan Gibran, sebagai komitmen bahwa para korban akan mendapat perhatian, dan perawatan dan diberikan obat obat terbaik sampai sembuh, ada juga terkait kopensasi dan terkait hukum, semua seperti jalan ditempat, hal ini yang membuat kami geram.” Ujarnya.

Sementara saat dikonfirmasi salah satu pemerhati, dan yang terus mendampingi orang tua Korban MBG, Pelita Monald Ginting, S.Pd mengatakan ” Melalui Papan bunga tersebut, disana tertuang pesan yang menggambarkan bahwa para orangtua menilai persoalan yang dialami para siswa belum sepenuhnya selesai. ” Ujarnya.

“Hingga kini, masih terdapat siswa yang belum pulih dan harus menjalani pemeriksaan maupun perawatan medis secara berulang di rumah sakit,selain persoalan kesehatan, para orangtua juga menunggu realisasi kompensasi selama mereka harus mendampingi anak menjalani perawatan.” Ujar Pelita Monald Ginting.

Masih kata Pelita Monald Ginting, SPd, saat datang ke Tanah Karo, Wakil Presiden Republik Indonesia ( Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan sejumlah poin terkait penanganan para korban, yaitu salah satunya adalah perintah kepada Gubernur Sumatera Utara untuk mendata para siswa korban dan memberikan kompensasi kepada orangtua yang harus meninggalkan pekerjaan untuk mendampingi anak mereka.

“Gibran memerintahkan Gubernur Sumut mendata para siswa dan mengganti kerugian atau memberikan kompensasi kepada orangtua yang tidak bisa bekerja lagi karena merawat anak,” Pungkas Pelita Monald.

Menurutnya, Gibran juga meminta pelayanan rumah sakit ditingkatkan dan pengobatan para korban diberikan secara maksimal.

Para orangtua sebelumnya memahami pernyataan Gibran sebagai komitmen bahwa korban akan mendapatkan perawatan dan obat-obatan terbaik hingga sembuh. Pelita mengatakan, para orangtua juga mempertanyakan penggunaan BPJS dalam pembiayaan pengobatan korban.

“Rumah sakit diminta meningkatkan pelayanan dan tidak menggunakan BPJS, karena pelayanan pengobatan melalui BPJS hanya tiga hari,” katanya.

“Kondisi di lapangan masih menjadi perhatian para orangtua karena sejumlah siswa masih mengalami keluhan kesehatan dan harus bolak-balik mendapatkan perawatan medis.

Di sisi lain, orangtua korban juga mengaku mengalami kerugian karena harus meninggalkan pekerjaan untuk menjaga anak-anak mereka yang menjalani perawatan.

“Janji ini yang sekarang ditunggu para orangtua siswa. Semoga pesan ini sampai dan segera ditindaklanjuti oleh Wapres RI Gibran Rakabuming Raka,” Kata Pelita Penuh harap.

Selain persoalan kesehatan dan kompensasi, para orangtua juga menyoroti proses hukum kasus dugaan keracunan MBG yang ditangani Polres Karo. Hingga Kamis (24/9), para orangtua menyebut belum mendapat kejelasan terkait perkembangan penyelidikan maupun penetapan tersangka dalam kasus tersebut.

Padahal, sejumlah keluarga korban telah membuat laporan atau pengaduan resmi kepada kepolisian. Para orangtua berharap proses hukum terhadap kasus tersebut dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kejadian serta pihak yang bertanggung jawab. Pemilihan lokasi Tugu Perjuangan Berastagi sebagai tempat meletakkan papan bunga juga memiliki pesan tersendiri.

Para orangtua ingin menggambarkan bahwa perjuangan mereka belum berakhir, para siswa masih berjuang untuk mendapatkan kembali kondisi kesehatan mereka, sementara orangtua masih memperjuangkan realisasi janji penanganan, kompensasi, dan kejelasan proses hukum.

“Ini masih menjadi perjuangan kami. Anak-anak masih berjuang untuk sembuh total dan orangtua juga masih menunggu janji yang disampaikan Pak Wapres,” ujar SS Orang tua korban.

Reporter : RANIWATI SITUKKIR

Berita Terkait

Komitmen Terapkan P4GN di Rutan Kabanjahe !!! Rutan Kabanjahe Gandeng BNNK Karo Test Urine Pegawai dan Warga Binaan
Perkuat Keamanan dan Pastikan  Tetap Bersih dari Peredaran Barang Terlarang..!!! Rutan Kabanjahe Gelar Razia Gabungan Bersama Polres , Kodim 0205/TK dan BNN Kabupaten Karo
RUTAN KABANJAHE PERKUAT SINERGITAS DENGAN STAKEHOLDER DI KABUPATEN KARO
Tim Cobra Polres Karo Bekuk Tiga Tersangka Pencurian, Satu Unit iPhone dan Sepeda Motor Disita
Wapres RI, Sampaikan, Pelayanan RS di Perbaiki, Konpensasi Kepada Orang Tua, Jaminan Kesembuhan Total, Jangan Klaim BPJS”
LBH Relawan Pink Desak Kapolres Karo Segera Umumkan Tersangka Kasus Keracunan MBG
Sukses !!! Karo Merdeka Festival Diselenggarakan Macab Laskar Merah Putih Karo Resmi  Ditutup, Ribuan Pengunjung Padati Stadion Samura
Muscab PPM Karo ke X Sukses ! Abdi Sembiring Terpilih Menjadi Ketua PPM Kabupaten Karo Periode 2026-2031

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Pemilihan Tuha Peut Blang Baro Rambong Disorot, Rapat Pleno Panitia Diduga Tanpa Libatkan Seluruh Anggota

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Pj Keuchik Blang Baro Rambong Disorot, Sejumlah Aparatur Gampong Diberhentikan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Dandim 0116  Nagan Raya Pererat Silaturahmi dengan Pimpinan Tharekat Syattariyah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Panen Perdana Jagung di Lahan Yonif TP 856/SBS Beutong

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Ustadz Habibi An Nawawi Hadir Di Mako Brimob Batalyon C Pelopor Dakwah Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Berani Copot Sekdes,PJ Keuchik Blang Baro Rambong Diminta Buka Dasar Dan Prosedurnya

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:17 WIB

Berani Copot Sekdes,PJ Keuchik Blang Baro Rambong Diminta Buka Dasar Dan Prosedurnya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Polsek Kuala Pesisir Perkuat Silaturahmi Lewat Bakti Sosial

Berita Terbaru

DAERAH

Video Asusila Diduga Mirip Oknum PNS Kabupaten Dairi Heboh

Kamis, 24 Sep 2026 - 15:42 WIB