Dairi – Indonesia24News.com
Seputar banyaknya gedung ruangan Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu (SMPN I) Tigalingga dibiarkan kurang terawat dengan baik selama ini menjadi sorotan berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Tigalingga itu sendiri.
Sebagaimana di terbitkan Media sesuai hasil amatan beberapa Wartawan langsung dari lokasi sekolah. Terlihat bagaimana mirisnya ruangan belajar murid selama ini. Dan ternyata kondisi ini sama sekali tidak diketahui oleh beberapa orangtua murid selama ini.
Mereka beranggapan sekolah SMPN I Tigalingga merupakan barometer pendidikan tingkat SMP di Kecamatan yang dimaksud, sehingga menurut mereka tentu sarana dan prasarana belajar dan mengajar kondisinya sudah tentu baik, tapi kenyataannya, enggak demikian, ujar salah satu orangtua murid yang enggan disebutkan namanya.
Ketika ditanya kecewa atau tidak dengan kondisi ruangan belajar yang miris seperti informasi berita berita di media? Orang tua murid ini terus terang mengatakan tentu ada perasaan kecewa dengan pihak sekolah.
Apalagi menurut informasi yang didapat mereka, ada anggaran pemeliharaan sekolah disalurkan pemerintah ke sekolah setiap tahunnya.
Seperti yang diketahui jutaan Rupiah anggaran dana BOS di gelontorkan Pemerintah untuk merawat sekolah. Dan Kepala Sekolah.
Rusmala Turnip. SPd, Senin (12/10) ketika dikonfirmasi soal anggaran dana BOS yang dikelola sekolah dikaitkan dengan banyaknya kelas yang tidak terawat sama sekali.
Disebutkan, Dianya baru menjabat kepala sekolah lebih kurang 1 tahun lamanya jadi belum bisa berbuat banyak untuk membenahi sekolah, terangnya.
Menaggapi hal tersebut orangtua murid lebih tegas lagi mengatakan, selain Kepala Sekolah. Para mantan Kepala Sekolah terdahulu bisa dimintai tanggung jawabnya oleh APH untuk diperiksa agar di ketahui kemana anggaran selama ini dipergunakan, tegasnya.
‘ kepala sekolah dan mantan kepala sekolah terdahulu bisa dipanggil kembali untuk dimintai penjelasan anggaran dana BOS yang telah dikelolanya dulu” tegasnya
Hendaknya hal ini menjadi perhatian semua pihak terkait maupun aparat penegak hukum untuk menelusuri bagaimana sebenarnya aliran anggaran dana BOS karena pihak pemerintah pusat menggelontorkan uang pendidikan bagi murid bukan untuk dijadikan ajang mencari kekayaan oknum tertentu (Ginting)






























