Jerry Massie Nilai Pokok-Pokok Haluan Negara Penting untuk Menjaga Arah Pembangunan Bangsa di Tengah Menguatnya Tantangan Global dan Krisis Identitas Nasional

INDONESIA 24

- Redaksi

Jumat, 14 November 2025 - 00:39 WIB

50110 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Menanggapi wacana yang kembali digaungkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia mengenai penetapan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai arah pembangunan nasional jangka panjang, Direktur Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, menyatakan dukungannya terhadap pentingnya keberadaan format haluan negara seperti yang pernah dihadirkan melalui Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Menurut Jerry, PPHN bukan sekadar dokumen formal, melainkan kompas moral dan strategis bangsa di tengah kompleksitas tantangan global dan domestik saat ini.

“GBHN atau yang sekarang disebut PPHN penting sebagai standar sebuah bangsa. Sikap nasionalis kita mulai terkikis oleh budaya intoleransi dan radikalisme, yang perlahan menggeser jati diri bangsa. Budaya asing lebih mudah masuk, sementara budaya kita justru tenggelam. Inilah mengapa negara memerlukan haluan yang jelas untuk menentukan arah perjalanan bangsa,” ujar Jerry, Kamis (13/11/2025).

Menurut pengamat kebijakan publik tersebut, merosotnya nilai, moral, dan akhlak masyarakat menjadi salah satu dampak dari dihapusnya pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan GBHN pasca reformasi. Ia menilai, penghapusan dua landasan moral negara tersebut berdampak pada melemahnya fondasi karakter masyarakat, yang sebelumnya diarahkan melalui konsep pembangunan berasaskan Pancasila serta kepemimpinan nasional yang konsisten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hilangnya GBHN membuat masyarakat kehilangan pedoman yang selama ini menjadi sumber kesatuan pola pikir, cara bertindak, dan pola pembangunan yang berpihak pada kepentingan bersama, di atas segala perbedaan suku, agama, dan ras,” katanya.

Lebih lanjut, Jerry menekankan bahwa PPHN tidak sekadar mengatur perencanaan pembangunan lima tahunan, namun juga harus mengandung nilai-nilai konstitusional yang mewujudkan masyarakat yang demokratik, menjunjung tinggi hak asasi manusia tanpa mengorbankan nilai kemanusiaan lainnya, menjaga keadilan sosial, serta menegakkan supremasi hukum dengan tetap berlandaskan akhlak, budaya, dan etika kehidupan berbangsa.

“PPHN bukan hasil dari rekayasa politik atau kepentingan politis sesaat, melainkan refleksi cita-cita dan amanah para pendiri bangsa. Fungsi utamanya adalah sebagai arah tetap, yang tidak mudah diubah hanya karena pergantian kekuasaan atau kepentingan pragmatis jangka pendek,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jerry juga mengusulkan agar pemerintah menghidupkan kembali kerangka perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang seperti yang pernah diterapkan melalui konsep Pembangunan Lima Tahun (Pelita) dan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) pada masa Orde Baru. Ia menilai, model perencanaan seperti itu terbukti membawa stabilitas ekonomi dan arah pembangunan nasional yang terukur.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap keberhasilan masa lalu. Program seperti Pelita berjalan sukses sejak 1969. Dulu kita pernah mengalami inflasi hingga 600 persen pada 1967, dan bisa ditekan hingga menjadi 10 persen saja pada 1969-1970. Ini terjadi berkat perencanaan yang sistematis dan kepemimpinan yang fokus,” ujarnya.

Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran tokoh-tokoh ekonomi nasional seperti Widjojo Nitisastro dan Ali Wardhana, termasuk jajaran teknokrat pada masa itu seperti Radius Prawiro, JB Sumarlin, hingga Mar’ie Muhammad, yang dinilai sebagai sosok profesional berintegritas dan kompeten di bidangnya.

“Mereka bukan sekadar pejabat, tapi negarawan. Bahkan ayah dari Presiden terpilih saat ini, Prabowo Subianto, sempat dua kali duduk di kabinet pada era Presiden Soekarno dan Soeharto, dan memiliki kontribusi besar dalam diplomasi dan ekonomi,” paparnya.

Dalam pandangan Jerry Massie, untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, pemerintah perlu menyusun kebijakan pembangunan yang tidak terpengaruh oleh pembagian kekuasaan di kursi kabinet. Ia menyoroti bagaimana kepentingan politik acapkali mengganggu niat baik dan keberlanjutan program-program jangka panjang, sehingga rakyat miskin tetap terjebak dalam ketergantungan terhadap bantuan sosial dan sulit mengakses pendidikan serta kebutuhan dasar lainnya.

“Masalah sesungguhnya bukan sekadar pergantian rezim, tapi tidak adanya keberlanjutan perencanaan pembangunan. Semuanya selalu berganti sesuai dengan siapa yang berkuasa. Tidak boleh seperti itu. Pemerintah seharusnya memikirkan keberlanjutan ekonomi rakyat secara utuh. Jangan seperti era Jokowi, yang menurut saya lebih banyak menguntungkan kelompoknya saja,” pungkasnya.

Dengan kembalinya PPHN dalam wacana kenegaraan, upaya membangun sistem perencanaan pembangunan yang inklusif, terukur, dan berkelanjutan diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebangkitan nasionalisme, tetapi juga penguatan kembali fondasi kebangsaan yang menjunjung tinggi persatuan, keadilan sosial, serta kemanusiaan yang beradab. (RED)

Berita Terkait

Aktivis Nasional Kombes Reza Chairul Sosok Tepat Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Ketua Umum PDI Perjuangan Agar Memberikan Klarifikasi Ucapan Anggotanya “Menghina Wartawan Gerombolan Sirkus”
Prof Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Akan Mewujudkan Harapan Masyarakat Tegaknya Hukum Tanpa Tebang Pilih
Fahd El Fouz A Rafiq : Pemberhentian Sekjend AMPI Tidak Sah dan Melanggaran Aturan Partai Golkar
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Merawat Gedung Juang 45 Menteng Jak-Pus Serta Di Fungsikan Kembali
Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah
YLBHI Kecam Prabowo, Sebutan “Londo Ireng” Dinilai Mengancam Kebebasan Pers
Fourlen Diana Terpilih Sebagai Ketua Umum DPP Tiara Kusuma Periode 2026–2030

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 00:52 WIB

LIRA Serukan Pengusutan Dugaan Pungli Dinas Pertanian Gayo Lues

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:06 WIB

LIRA Gayo Lues Desak Transparansi, Bantah “Kondusif” Versi Dinas Pertanian Soal Dugaan Potongan Bantuan Irigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:41 WIB

LSM LIRA Mendesak APH Sikat Praktik Pungli di Lingkungan Dinas Pertanian Gayo Lues

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Peserta Seleksi Baitul Mal Kabupaten Gayo Lues Minta Pansel Buka Nilai Tes Secara Transparan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Pengembangan Kasus Berbuah Hasil, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ringkus Dua Pelaku dan Sita Ratusan Gram Ganja

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:39 WIB

Berbekal Informasi Warga, Satresnarkoba Gayo Lues Ringkus Satu Pelaku Penyalahgunaan Narkoba, Pengedar Diburu

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:11 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sabu, Seorang ASN Diamankan

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:36 WIB

Dari Limbah hingga Dokumen Produksi, PT Rosin Dipandang Seolah Kebal Hukum dari Hulu ke Hilir

Berita Terbaru