ACEH TENGGARA — Sekretaris Komisi VII DPRA, Yahdi Hasan, M.I.Kom., menghadiri peringatan 21 tahun perdamaian Aceh dan rangkaian perlombaan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMA Negeri 1 Badar, Kabupaten Aceh Tenggara. (Sabtu, 15/8/26).
Kegiatan yang melibatkan siswa dan guru itu berlangsung semarak. Sejumlah perlombaan digelar untuk membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di lingkungan sekolah.
Yahdi Hasan turut menyaksikan perlombaan tarik tambang. Ia bahkan ikut menjadi juri sebelum menyerahkan hadiah kepada para pemenang.
Dalam sambutannya, Yahdi mengajak seluruh warga sekolah untuk tidak sekadar memaknai kemerdekaan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga menjaga nilai-nilai persatuan dan perdamaian.
Menurutnya, perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama 21 tahun merupakan modal penting bagi masyarakat untuk membangun daerah, termasuk melalui sektor pendidikan.
“Perdamaian Aceh yang sudah berjalan 21 tahun harus kita jaga bersama. Begitu juga dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Keduanya harus menjadi energi bagi kita untuk terus membangun, terutama dalam dunia pendidikan,” ujar Yahdi.
Dalam kunjungan tersebut, Yahdi juga meninjau sejumlah fasilitas dan prasarana SMAN 1 Badar. Dari peninjauan itu, ia melihat masih terdapat sejumlah kebutuhan sekolah yang perlu mendapat perhatian.
Bagi Yahdi, kunjungan lapangan penting dilakukan agar persoalan pendidikan tidak hanya dilihat dari laporan administratif, tetapi juga melalui kondisi nyata di sekolah.
“Di sinilah perlunya saya turun ke lapangan, melihat langsung fakta yang ada. Apa yang menjadi kebutuhan sekolah akan saya sampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Pemerintah Aceh agar usulan dari sekolah mendapat perhatian,” katanya.
Ia menegaskan, perhatian terhadap dunia pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Menurut dia, kualitas fasilitas dan lingkungan pendidikan turut menentukan kualitas generasi penerus Aceh.
“Perhatian kepada dunia pendidikan sangat berpengaruh terhadap masa depan generasi penerus kita. Karena itu, kebutuhan sekolah harus terus kita dorong agar mendapat perhatian yang lebih baik,” ujar Yahdi.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Badar, Hadian Munthe, S.Pd., M.Si., mengatakan momentum peringatan kemerdekaan dan perdamaian Aceh menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan pendidikan.
Ia menilai perdamaian merupakan salah satu fondasi penting agar proses pendidikan berjalan aman, kondusif, dan berkembang.
“Dunia pendidikan harus ikut menghargai dan menjaga perdamaian Aceh. Dengan suasana yang aman dan kondusif, pendidikan dapat berkembang lebih baik,” kata Hadian.
Ia menambahkan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan peringatan 21 tahun perdamaian Aceh juga menjadi momentum untuk membangkitkan semangat para siswa dan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Tenggara.
“Kita berharap semangat kemerdekaan ini semakin membakar motivasi dunia pendidikan, sehingga pendidikan di Aceh Tenggara dapat berkembang dan berjalan lebih maksimal,” ujarnya.
(Redaksi)






























