Korban Pencurian Jadi Tersangka Usai Disuruh Polisi Tangkap Maling, Mencari Keadilan ke DPR RI, Ketua Komisi III Habiburokhman: “Kami Bukan Pengadilan”

INDONESIA 24

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 01:13 WIB

5012 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, 21 September 2026 — Kasus keluarga dari Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, yang mengaku sebagai korban pencurian namun kemudian terseret menjadi tersangka dan DPO Polrestabes Medan, kembali dipertanyakan.

Keluarga mengaku telah beberapa kali menyampaikan pengaduan kepada pimpinan DPR RI dan Komisi III DPR RI. Persoalan tersebut sebelumnya disebut sempat mendapat perhatian Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.

Namun, keluarga mengaku hingga kini belum memperoleh kepastian hukum yang mereka harapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi pengaduan masyarakat, Habiburokhman menegaskan posisi Komisi III bukan sebagai lembaga pengadilan.

“Komisi III bukan pengadilan, Komisi III tidak wajib menindaklanjuti semua aduan dengan RDPU. Ribuan laporan yang masuk, nggak mungkin semua bisa ditindaklanjuti,” ujar Habiburokhman.

Ia juga mengatakan, “Kerja DPR bukan begitu, kami mengawasi ranah kebijakan.”

Dalam konteks tersebut, Komisi III memang memiliki fungsi pengawasan di bidang hukum, HAM dan keamanan, termasuk terhadap lembaga penegak hukum. Namun, Komisi III tidak mengambil alih kewenangan polisi maupun pengadilan dalam menentukan status hukum seseorang.

Sementara keluarga tetap meminta aparat penegak hukum memberikan penjelasan mengenai proses hukum yang menjerat mereka, termasuk status tersangka, DPO, serta perkembangan dua laporan yang mereka klaim telah dibuat.

Persoalan ini juga telah disampaikan keluarga kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 11 September 2026. Menurut keluarga, Wapres meminta agar kasus tersebut ditelusuri.

Hingga berita ini diterbitkan, keluarga mengaku masih menunggu tindak lanjut dan penjelasan resmi dari Polda Sumut maupun Polrestabes Medan.

Berita Terkait

Surat Aksi Demo Ditolak, Keluarga Korban Jadi Tersangka dan DPO Teriak hingga Pingsan di Polrestabes Medan
Tuding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Kecam Pernyataan Anggota DPRD Sumut Terhadap Bulog
Prihatin dan Doakan Korban Keracunan MBG, Gembira Ginting Ketua LMP Karo Bantu Krisma Sihite Yang Harus dirujuk ke Medan, Rp 5 Juta.
Keseruan Panjat Pinang HUT RI ke 81 di Gang Swadaya: Tawa Warga Pecah, Hadiah Rp 4,5 Juta Sumbangan Tokoh Pemuda Afrizal Fadli Nasution Sukses Digaet Peserta
Kadispora dan Ketua KONI Medan Tutup Turnamen Badminton PB Mitra Sporty Medan !! Tengku Chairuniza : Dukung Olahraga Guna Cegah Narkoba dan Judi Online
Tangis Keluarga Pecah Mohon Petolongan Presiden Prabowo, Kuasa Hukum :Kami Mohon Putusan Seadil Adilnya, Terungkap: Kapolrestabes Medan Pernah Janji Selesaikan Kasus Korban Jadi Tersangka !
Lapas Kelas I Medan Hadirkan Layanan Administrasi Kependudukan bagi 604 WBP, Wujud Nyata Pelayanan Prima HBP ke-62
Wartawan Dihalangi Saat Meliput, Diteriaki Wartawan Bodong, Pelecehan Terhadap Jurnalis dan Dugaan Modus Penipuan Pegadaian Terbongkar Lewat Kasus Penyitaan Mobil

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 02:55 WIB

PETI Geumpang dan Dugaan Jaringan Asing: Tenda Rakyat Dibakar, Ekskavator Besar Justru Dipertanyakan Keberadaannya

Minggu, 20 September 2026 - 02:55 WIB

Warganet Pertanyakan PETI Geumpang Pidie, Dugaan Setoran Tambang dan Kerusakan Hutan Kembali Mencuat

Berita Terbaru