JAKARTA — Aksi unjuk rasa yang digelar aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil di kawasan Tugu Tani (Patung Pahlawan), Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10), berlangsung tertib. Aksi tersebut digelar bertepatan dengan momentum evaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Massa aksi yang tergabung dalam Komite Sadar (Seruan Kedaulatan Rakyat) bersama sejumlah elemen mahasiswa, di antaranya BEM UI, BEM IPB, HMI dan GMNI, menyampaikan lima tuntutan utama, meliputi penanganan bencana nasional, perbaikan kebijakan ekonomi, perlindungan kebebasan berpendapat, pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta penurunan biaya pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, massa sempat menggunakan sebagian bahu jalan dan membentangkan spanduk berukuran besar di kawasan monumen Tugu Tani. Kondisi tersebut berdampak pada kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Menteng, Cikini, Kebon Sirih, dan Kwitang. Berkat pelayanan dan pengamanan yang dilakukan personel Polri, situasi tetap terkendali. Massa mulai membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 18.50 WIB, disusul pemulihan arus lalu lintas secara bertahap.
Sementara itu, di Bekasi, kegiatan diskusi dan bedah buku bertajuk *“Pergeseran Makna Anarkisme dari Rezim ke Rezim”* dilaksanakan di Taman You and Us, Harapan Indah, pada pukul 15.30–18.00 WIB. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 25 peserta dari kalangan pelajar dan kelompok diskusi. Pembahasan mencakup perkembangan pemaknaan anarkisme dari era kolonial, Orde Lama, Orde Baru, hingga era kontemporer dalam perspektif sejarah, sosial, dan politik.
Diskusi berlangsung hingga selesai dan seluruh peserta meninggalkan lokasi. Berdasarkan informasi yang tersedia, tidak terdapat rencana keikutsertaan peserta dalam aksi unjuk rasa di Jakarta setelah kegiatan tersebut. Dengan demikian, kegiatan diskusi tersebut tidak berlanjut pada mobilisasi pelajar untuk mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta.
Secara keseluruhan, kedua kegiatan berlangsung kondusif. Pelayanan dan pengamanan Polri berperan dalam menjaga ketertiban selama aksi unjuk rasa, sedangkan kegiatan diskusi di Bekasi berakhir tanpa indikasi keterlibatan peserta dalam aksi lanjutan di Jakarta. (Red).






























