Surat Aksi Demo Ditolak, Keluarga Korban Jadi Tersangka dan DPO Teriak hingga Pingsan di Polrestabes Medan

INDONESIA 24

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 01:22 WIB

5011 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, 21 September 2026 — Suasana di ruang Satintelkam Polrestabes Medan pada malam mendadak ricuh. Keluarga yang mengaku sebagai korban pencurian namun kemudian menjadi tersangka dan DPO datang untuk menyampaikan surat pemberitahuan aksi demonstrasi.

Keluarga menyebut mereka sebelumnya disuruh penyidik Polsek Pancur Batu, Brigadir Shinto Sembiring, untuk menangkap orang yang diduga sebagai pelaku pencurian.

Namun, setelah hampir dua jam menunggu, surat pemberitahuan aksi tersebut disebut belum juga diterima. Pihak keluarga mengaku hanya mendapat jawaban bahwa petugas masih melakukan koordinasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keluarga, petugas tidak menjelaskan secara rinci dengan siapa koordinasi dilakukan terkait surat pemberitahuan tersebut. (*)

Situasi kemudian memanas. Pihak keluarga menilai personel Satintelkam diduga berupaya menolak penerimaan surat dengan berbagai alasan.

Dalam suasana tersebut, keluarga juga mempertanyakan dua laporan yang mereka klaim hingga kini belum diproses. Salah satunya laporan terkait tudingan fitnah, di mana orang tua terduga pelaku pencurian disebut menuduh korban melakukan pemerasan sebesar Rp250 juta.

Laporan lainnya disebut terkait dugaan penipuan bermodus surat perdamaian yang dilaporkan ke Polda Sumut.

“Kedua laporan tersebut sampai sekarang tidak diproses,” teriak salah seorang anggota keluarga di Polrestabes Medan.

Mereka juga meneriakkan, “Tolong kami, Pak Prabowo, tolong kami pak Gibran!”

Di tengah situasi tersebut, seorang perempuan dari pihak keluarga disebut sempat pingsan di depan kantor Kapolrestabes Medan. Menurut informasi dari keluarga, perempuan tersebut sebelumnya sempat terlibat cekcok dengan petugas dan merasa dipermainkan saat hendak menyampaikan surat aksi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari Polrestabes Medan mengenai alasan surat pemberitahuan aksi tersebut belum diterima maupun terkait situasi yang sempat ricuh.(*)

#PolrestabesMedan #AksiDemo #SuratAksiDemo #KorbanJadiTersangka #DPOPolrestabesMedan #PancurBatu #KasusPancurBatu #Satintelkam #BrigadirShintoSembiring #PoldaSumut #Medan #BeritaMedan #ViralMedan #BeritaTerkini #KabarMedan #Keadilan #KepastianHukum #TolongKamiPakPrabowo

Berita Terkait

Korban Pencurian Jadi Tersangka Usai Disuruh Polisi Tangkap Maling, Mencari Keadilan ke DPR RI, Ketua Komisi III Habiburokhman: “Kami Bukan Pengadilan”
Tuding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Kecam Pernyataan Anggota DPRD Sumut Terhadap Bulog
Prihatin dan Doakan Korban Keracunan MBG, Gembira Ginting Ketua LMP Karo Bantu Krisma Sihite Yang Harus dirujuk ke Medan, Rp 5 Juta.
Keseruan Panjat Pinang HUT RI ke 81 di Gang Swadaya: Tawa Warga Pecah, Hadiah Rp 4,5 Juta Sumbangan Tokoh Pemuda Afrizal Fadli Nasution Sukses Digaet Peserta
Kadispora dan Ketua KONI Medan Tutup Turnamen Badminton PB Mitra Sporty Medan !! Tengku Chairuniza : Dukung Olahraga Guna Cegah Narkoba dan Judi Online
Tangis Keluarga Pecah Mohon Petolongan Presiden Prabowo, Kuasa Hukum :Kami Mohon Putusan Seadil Adilnya, Terungkap: Kapolrestabes Medan Pernah Janji Selesaikan Kasus Korban Jadi Tersangka !
Lapas Kelas I Medan Hadirkan Layanan Administrasi Kependudukan bagi 604 WBP, Wujud Nyata Pelayanan Prima HBP ke-62
Wartawan Dihalangi Saat Meliput, Diteriaki Wartawan Bodong, Pelecehan Terhadap Jurnalis dan Dugaan Modus Penipuan Pegadaian Terbongkar Lewat Kasus Penyitaan Mobil

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 02:55 WIB

PETI Geumpang dan Dugaan Jaringan Asing: Tenda Rakyat Dibakar, Ekskavator Besar Justru Dipertanyakan Keberadaannya

Minggu, 20 September 2026 - 02:55 WIB

Warganet Pertanyakan PETI Geumpang Pidie, Dugaan Setoran Tambang dan Kerusakan Hutan Kembali Mencuat

Berita Terbaru