ACEH TENGGARA – Sekretaris Umum HMI Cabang Kutacane, Muhammad Raja, SP, mengapresiasi ketegasan Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA, bersama jajaran Satuan Reserse Narkoba dalam mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Aceh Tenggara.
Raja menilai, sejumlah pengungkapan kasus narkotika sepanjang September 2026 menunjukkan komitmen aparat kepolisian dalam memerangi peredaran barang terlarang tersebut.
“Polres Aceh Tenggara telah menunjukkan komitmen nyata dalam memberantas narkoba. Kami mengapresiasi langkah Kapolres beserta seluruh jajaran yang terus bergerak mengungkap peredaran narkotika di wilayah Agara,” ujar Muhammad Raja, Rabu (17/9/2026).
Menurut dia, pengungkapan kasus narkotika di sejumlah wilayah, di antaranya Lawe Lubang, Lawe Alas, Desa Permata Musara, Kecamatan Leuser, serta Gusung Batu, Kecamatan Deleng Pokhisen, menjadi indikasi bahwa aparat terus melakukan penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba.
“Pengungkapan kasus secara beruntun ini patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa jaringan narkoba tidak boleh merasa aman di Aceh Tenggara,” tegasnya.
Raja berharap langkah penindakan tersebut tidak berhenti pada pengungkapan pelaku di lapangan. Ia mendorong kepolisian untuk terus menelusuri dan mengungkap jaringan yang lebih besar, termasuk pihak-pihak yang berada di balik peredaran narkotika.
“Jangan berhenti sampai di sini. Kami berharap aparat dapat terus mengejar dan membongkar jaringan yang lebih besar sehingga mata rantai peredaran narkoba di Aceh Tenggara dapat diputus,” katanya.
Selain itu, Raja mengajak masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan seluruh elemen masyarakat, untuk ikut berperan dalam upaya pemberantasan narkoba.
Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat dan pemuda bersama-sama membantu kepolisian dalam pemberantasan narkoba. Jika mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan terkait peredaran narkotika, segera sampaikan informasi kepada pihak kepolisian,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat dapat semakin diperkuat sehingga Aceh Tenggara dapat terbebas dari ancaman peredaran narkotika, khususnya yang menyasar generasi muda.





























