Dairi – Indonesia24News.com
Soasialisasi Adendum AMDAL, PT Dairi Prima Mineral (DPM) dilaksanakan di Hotel Beristera Sitinjo, Selasa (05/05) sedikit ricuh. Salah seorang anggota DPRD Dairi, Fitrianto Berampu dan sejumlah elemen masyarakat yang hadir dalam peserta undangan tersebut melakukan “walk out”
Setelah kegiatan yang dimaksud, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala. Kemudian rombongan Wakil Bupati, pamit dari kegiatan itu karena ada kegiatan lain, ucapnya.
Sepeninggal rombongan Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala. Sosialisasi adendum sedikit ricuh terjadi hujanan interupsi ke pimpinan sosialisasi Oloan Hasugian dari Beberapa anggota APUK Aliansi Petani Untuk Keadilan. Petrasa.YDPK Yayasan Diakonia Pelangi Kasih. Bakumsu. Pemuda Merga Silima ((PMS) Dairi. Aliansi Pakpak Silima Suak (APSS)
Anggota DPRD Dairi Fitrianto Berampu juga ikut melakukan interupsi pada kegiatan sosialisasi itu , dan meninta agar dokumen adendum AMDAL dari Kementrian Lingkungan Hidup dalam bentuk copyan untuk dibahas dalam kegiatan tersebut.
“semestinya seminggu sebelum kegiatan sossialisasi dilakukan. Pihak DPM sudah membagi bagikan berkas adendum AMDAL sehingga bisa dibahas dalam kegiatan sosialisasi ini” ujarnya.
Permintaan anggota komisi 2 DPRD Dairi Fitrianto Berampu dan sejumlah elemen masyarakat tidak dapat dipenuhi saat itu juga sehingga mereka melakukan walk out meninggalkan ruangan rapat.
Kurang Transparan
Fitri Berampu menjelaskan jika kegiatan sosialisasi tersebut tidak sesuai diharapkan karena menurutnya, kegiatan itu hanya bersifat ceremoni belaka karena gak ada yang mau dibahas ” ini akan kami bahas pada komisi 2 DPRD Dairi” ujarnya
Perwakilan dari DPD Pemuda Merga Silima (PMS) Dairi. Jembal Ginting,SH juga setelah melakukan walk out kepada media ini berpendapat hal yang sama dengan Fitrianto Berampu jika kegiatan tersebut hanya sebatas bincang bincang dan menghadiri untuk mengetahui jika DPM telah mendapatkan adendum “AMDAL” untuk apa berlama lama disitu karena kelihatannya gak ada yang mau dibahas, ungkapnya.
Sesuai dengan amanah Ketua DPD PMS Dairi masih banyak yang mesti dibahas demi kemashalatan masyarakat Kabupaten Dairi, ini kan enggak ada mau dibahas ” kita walk out” ujarnya.
Rahmayanti Noya Chaniago dari Aliansi Pakpak Silima Suak (APSS) menjelaskan mereka semua yang WO dari sosialisasi cuma minta bahan atau sumber tentang adendum yang telah disetujui KLH. Karena itu yang akan mereka sosialisasikan.
Pihak DPM tak memberikan dengan alasan jika perlu nanti diminta sama Dinas Lingkungan Hidup aja.
Menurutnya, sosialisasi, interaksi dua arah, tanya jawab.
“Makany kami minta adendum tsb. Tak ada dibagikan pada audiens kan”?Konteksnya kita cuma mau dikasi tau pemaparan mereka saja kan?Apa kita tau itu sesuai dgn adendum atau enggak? Lah adendumya aja kita tak tau” ujarnya berlalu bersama rekan rekannya (ginting)






























