BITUNG | INDONESIA24NEWS.NET
Semangat kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal semakin terasa dalam gelaran Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2025. Tahun ini, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Bitung menggandeng Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemberdayaan Wira Usaha UMKM Indonesia (DPP APWUI) untuk memperkuat peran pelaku usaha kecil dan menengah di tengah geliat pariwisata dan ekonomi kreatif kota ini.
Direktur Operasional Perumda Pasar Kota Bitung, Vany Kaunang, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin sekadar menjadi pengelola pasar, melainkan juga fasilitator bagi masyarakat agar produk lokal bisa dikenal lebih luas.
“Kami ingin pasar rakyat menjadi pusat aktivitas ekonomi yang sehat dan produktif. FPSL menjadi momentum penting bagi UMKM untuk tampil dan menumbuhkan kepercayaan diri dalam bersaing,” ujarnya saat ditemui di area kegiatan.
Langkah strategis ini dinilai sejalan dengan misi Pemkot Bitung dalam membangun ekonomi inklusif berbasis masyarakat. Kolaborasi antara Perumda Pasar dan DPP APWUI membuka ruang promosi, pelatihan, hingga pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Ketua Umum DPP APWUI, Hj. Ivonne Makaminan, menilai FPSL bukan hanya sekadar festival budaya dan wisata, tetapi juga wadah nyata untuk memperkuat posisi UMKM di daerah.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Ketika mereka berkembang, otomatis roda ekonomi daerah ikut berputar lebih cepat,” tutur Ivonne dengan penuh optimisme.
Ia menambahkan, pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya dengan pelatihan, tetapi juga perlu dukungan promosi yang konsisten agar produk lokal mampu bersaing di pasar terbuka.
“Kami dari DPP APWUI akan terus berupaya agar pelaku UMKM mendapat ruang untuk menampilkan karya terbaiknya. Ini bentuk kontribusi kami bagi kemajuan ekonomi rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, dari sisi pelaksanaan, kolaborasi ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat dan pengunjung FPSL untuk mengenal lebih dekat produk-produk unggulan buatan warga Bitung, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan. Kehadiran stan UMKM yang dibina oleh DPP APWUI dan difasilitasi oleh Perumda Pasar menjadi daya tarik tersendiri di tengah kemeriahan festival.
Selain memacu pertumbuhan ekonomi, sinergi ini juga diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang berkelanjutan. Baik Perumda Pasar maupun DPP APWUI menegaskan akan melanjutkan kerja sama di luar momentum FPSL melalui berbagai program pendampingan dan pembinaan berkelanjutan.
“Kami percaya, jika UMKM tumbuh, maka kesejahteraan masyarakat ikut meningkat. Itulah semangat yang ingin kami rawat bersama,” pungkas Vany Kaunang.
Kehadiran Perumda Pasar dan DPP APWUI dalam FPSL 2025 menjadi bukti bahwa sinergi antara sektor publik dan organisasi masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata. Kolaborasi ini memperlihatkan wajah pembangunan ekonomi Bitung yang lebih humanis, inklusif, dan berpihak pada pelaku usaha kecil sebagai pilar utama perekonomian daerah.
( SM )



