Pansus 15 LKPJ Pembahasan LKPJ Wali Kota TA 2025 Diberikan Target Selesai 30 Hari

INDONESIA 24

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 18:03 WIB

5047 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pansus 15 mulai melakukan pembahasan LKPJ Wali Kota Bandung TA 2025 dengan melakukan rapat kerja ekspose LKPJ, Rabu 1 April 2026.

indonesia24.News

Kota Bandung-Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bandung Tahun Anggaran 2025 mulai dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) 15 DPRD Kota, Rabu 1 April 2026. Rapat kerja Pansus 15 dengan agenda ekspose awal LKPJ Wali Kota Bandung Tahun Anggaran 2025 dipimpin Wakil Ketua Pansus 15, Drs. Heri Hermawan, MM.Pd dan dihadiri anggota Pansus 15 secara langsung dan melalui zoom meeting. Dari jajaran Pemkot Bandung tampak hadir Sekretaris Daerah Kota Bandung, H. Iskandar Zulkarnain, ST, MM dan jajarannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎“Ketua Pansus 15 yang tidak bisa hadir secara langsung karena sedang ada giat yang tidak bisa ditinggalkan. Namun demikian tetap mengikuti melalui zoom. Selain itu Pansus 15 diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah harus menyelesaikan pembahasan LKPJ ini dalam tempo 30 hari ,” ujar Heri saat membuka rapat kerja ekspose LKPJ.

‎Lebih jauh Heri menyebutkan, pembahasan di rapat kerja perdana Pansus 15 masih bersifat umum. “Karena masih merupakan ekspose awal jadi ya masih bersifat umum,” jelas Heri.

‎Namun Heri menyebutkan bahwa pembahasan LKPJ bukan sekadar  kegiatan administratif semata. “Ini adalah bentuk pengawasan penggunaan anggaran, capaian-capaian dan kesesuain program. Untuk itu, kami akan melakukan pendalaman terhadap OPD terkait,” ujar Heri.

‎Menanggapi hal itu, Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menyebutkan, pihaknya akan sangat terbuka terhadap rekomendasi yang akan diberikan oleh Pansus LKPJ. “Kami siap untuk memberikan keterangan dengan lengkap dan sangat terbuka,” ujarnya.

‎Jangan Terjebak Angka

‎Pada rapat kerja perdana ekspose LKPJ Wali Kota Bandung TA 2025, Pemkot Bandung melalui Asisten Daerah 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Bandung Kota Bandung Asep C Cahyadi memaparkan secara singkat capaian-capaian yang telah diraih Pemerintah Kota Bandung selama tahun pertama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

‎Anggota Pansus 15 memberikan tanggapan terhadap apa yang disampaikan Pemkot Bandung. Tanggapan pertama disampaikan anggota Pansus 15 Susanto Triyogo Adiputro. “Pembahasan LKPJ ini merupakan momentum untuk melihat arah Pembangunan Kota Bandung yang sudah dilaksanakan,” ujarnya.

‎Susanto menyampaikan lima poin terkait hal-hal yang harus mendapatkan perhatian Pemkot Bandung mulai dari persoalan budgeting, persoalan belanja operasional dan belanja modal hingga persoalan kurang ngototnya Pemkot Bandung dalam melobi pusat untuk terkait urusan Proyek Strategis Nasional.

‎Anggota Pansus 15 lainnya, Eko Kurnianto mengomentari soal angka-angka yang disampaikan dalam pemaparan Asda 1. “Tadi kita diperlihatkan angka indeks ini meningkat, indeks itu bagus. Kita jangan terbuai dengan angka-angka yang bagus namun kalau dilihat di lapangan bisa berbeda. Untuk itu untuk pembahasan ke depannya perlu menghadirkan sumber yang memberikan angka indeks tersebut misalnya BPS, Kami ingin tahu data mentahnya seperti apa dan bagaimana proses pengolahan datanya hingga lahir angka-angka indeks tersebut,”jelasnya.

‎Soal angka indeks juga dipertanyakan Anggota Pansus 15, Maya Himawati yang mempersoalkan tentang Indeks Pendapatan Per kapita Warga Kota Bandung. “Itu indikator yang dipakai apa? Karena dalam pengamatan saya terutama di dapil saya justru banyak warga yang pendapatanya minim sekali. Bahkan banyak warga yang pendapatan per bulannya hanya Rp 1,5 juta,” ujarnya.

‎Anggota Pansus 15 lainnya, Aan Andi Purnama melihat perlu untuk lebih melakukan sinkronisasi antara RPJMD, RKPD hingga berujung di LKPJ. “OPD jangan hanya melaporkan kegiatan dan realisasi anggaran saja, bahkan saya melihat ada yang tidak bisa membedakan mana output mana outcome,” ujar Aan.

‎Sementara Andri Rusmana menyoroti perlunya dilakukan perbaikan serius dalam hal perencanaan dan eksekusi program. “Saya kira untuk LKPJ TA 2025 ini rekomendasi dari DPRD akan lebih banyak dari tahun sebelumnya, mungkin bisa sampai 300 rekomendasi. Jangan sampai angka yang muncul bagus tapi dampak di masyarakat tidak ada,”ujar Andri.

‎Anggota Pansus 15 lainnya, AA Abdul Rozak mempertanyakan persoalan lanjutan dari sebuah Perda yang dihasilkan. “Untuk Perda yang menyangkut hajat orang banyak seperti Perda Pesantren, saya lihat hingga saat ini aturan turunannya yakni Perwal belum ada,” tanyanya.

‎Hal senada juga disampaikan Erick Darmadjaya yang mempersoalkan statemen Wali Kota dalam setiap kunjungan terkiat diskresi pemapasan pohon di kewilayahan. “Orang wilayah masih ragu untuk bertindak karena regulasi soal ini belum jelas,” ujarn

‎(rima) **

Berita Terkait

Ketua Presidium FPII Dra Kasihhati Hadiri Pelantikan Kalapas Musi Banyuasin dan Kalapas Lahat di Sumsel
Ketua DPRK: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kepedulian dan Kebersamaan
Haji Affan Alfian Bintang SE dan Hj. Mariani Harahap, Sosok Dermawan dan Rendah Hati di Tengah Semarak HUT RI ke-81
Bupati Pakpak Bharat Dorong Langkah Cepat Cegah Konflik di Kawasan Eks PBPH
MAMRE GBKP CILILITAN : ” Kami Berduka Cita, Kami Kehilangan , Tenang Bersama Bapa di Surga Abang Kami Bahtera Sembiring Keloko
Kakanwil Ditjenpas Sumut Monitoring Lapas Pancur Batu, Pastikan Kualitas Layanan dan Pemenuhan Hak Warga Binaan
Satu Tanjak Satu Semangat, Kapolres dan LAMR Meranti Eratkan Silaturahim
Persempit Ruang Gerak Pengedar, Polres Bireuen Berhasil Sita 10,6 Kg Sabu dan Tangkap 2 Tersangka
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Peserta Seleksi Baitul Mal Kabupaten Gayo Lues Minta Pansel Buka Nilai Tes Secara Transparan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Pengembangan Kasus Berbuah Hasil, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ringkus Dua Pelaku dan Sita Ratusan Gram Ganja

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:39 WIB

Berbekal Informasi Warga, Satresnarkoba Gayo Lues Ringkus Satu Pelaku Penyalahgunaan Narkoba, Pengedar Diburu

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:11 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sabu, Seorang ASN Diamankan

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:36 WIB

Dari Limbah hingga Dokumen Produksi, PT Rosin Dipandang Seolah Kebal Hukum dari Hulu ke Hilir

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:57 WIB

PT Rosin Tidak Cukup Hanya Mengaku Patuh, LIRA Minta Bukti di Lapangan dan Dokumen Resmi

Selasa, 28 April 2026 - 04:18 WIB

Dari Gayo Lues ke Medan, Getah Pinus Ilegal Kerap Ditindak, PT Rosin Trading Internasional Kini Jadi Sorotan

Selasa, 28 April 2026 - 02:53 WIB

Polda Aceh Diminta Periksa Dugaan Ekspor dan Legalitas Operasi PT Rosin Trading Internasional di Gayo Lues

Berita Terbaru