Kisah Seorang Bapak Penjual Kerupuk 20 Kilometer Jalan Kaki Untuk Mencari Rejeki

REDAKSI DAIRI

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:02 WIB

50721 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hidup adalah perjuangan. Dan perjuangan membutuhkan pengorbanan tanpa batas dan waktu buat seorang ayah. Apalagi berjuang untuk mencari nafkah buat keluarganya tak ada kata menyerah karena letih. Hal itu sering dilakoni berjuta juta ayah di Indonesia saat ini.

 Muhammad Imran (53) penduduk Pangkalan Berandan -Sumatera Utara datang ke Sidikalang- Kabupaten Dairi sebagai penjualan kerupuk keliling.

Dan kehadiran bapak ini hampir terlihat setiap minggu di kota penghasil kopi ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ayah 3 orang anak ini terlihat tegar memikul ratusan kerupuk berkelling kampung maupun desa di sekitar kota Sidikalang.

Berjalan kaki sembari menawarkan kerupuk kepada pembeli terus mengintari pelosok dan gang tanpa peduli beban berat dipikul di pundaknya.

Peluh keringat membasahi tubuhnya sudah biasa demi mendapatkan rejeki untuk dibawa pulang buat keluarga.

Ketika bincang bincang dengan media ini Rabu (14/1) Bapak Imran kelihatan tidak mengeluh walau panas terik matahari mengguyur tubuh namun tetap kelihatan semangat saat bincang bincang dengan media ini.

Profesi penjual kerupuk ini sudah dilakoni Imran hampir tujuh bulan  bersama rombongan temannya satu kampung.

Mereka saat ini berada di Kabupaten Dairi kalau dihitung jarak Pangkalan Berandan ke Sidikalang ada sekitar 350 km jauhnya. semua ini demi memperjuangkan anak dan keluarga agar bisa makan dan sekolah, ucapnya.

Disebutkan, dia berjalan kaki masuk kampung keluar kampung, Sidikalang lebih kurang 20 kilometer jauhnya sambil memikul kerupuk beratnya lebih kurang 20 kilogram , ucapnya ramah.

Kerupuk yang dikemas dalam pelastik disebutkan milik  juragannya di Langkat. Dan dia cuma menjual kepada pembeli. Modal Rp.4000/bungkus dan dijual Rp.5000. Jika ada rejeki, kerupuk habis sampai 150 bungkus ada keuntungan Rp.150.000 kotor karena uang keluar untuk makan minum satu hari lebih kurang Rp 50.000  ” yah..paling bersih dapat 100 ribu” ucapnya.

Susah Cari Kerja Lain

Sebelum berjualan kerupuk keliling, sekitar setahun lalu  Muhammad Imran, pernah berkerja di salah satu rumah makan di kota Lhok Seumawe NAD. Namun dia berhenti. Setelah berhenti, ternyata mencari kerja ujar Imran, tidaklah mudah. Dan akhirnya dia memutuskan berjualan kerupuk keliling bergabung dengan temannya satu toke.

Keliling Sumatera Utara Dan Aceh

Ternyata Bapak penjual kerupuk ini bukan sendiri namun ada bersama rombongan teman temannya 8 orang lagi. Disebutkan lagi, selain ke Kabupaten Dairi. Daerah Kota kota lain, Diantaranya Barus (Tapteng) Tanah Karo- Kutacane dan Sumbusallam (NAD)

Masih Menyewa rumah

Selain mencari rejeki untuk keluarga ternyata ada hal lain yang dirasa perlu diperjuangkan oleh Muhammad Imran. Dia dan keluarganya, belum memiliki rumah sendiri dan masih mengontrak  ” rumah masih ngontrak sehingga mesti bekerja keras” ucapnya agak sedikit lirih.

Pembeli Baik Baik

Ketika ditanyakan apakah sering ada kendala dilapangan yang dihadapi. Imran dengan senyum bilang tidak ada, semua aman. Dan pembeli baik baik hampir di seluruh daerah yang dijalani.

” umumnya pembeli baik baik dan tidak ada mengganggu mungkin karena dilihat kami orang susah. dengan membeli kerupuk, mereka telah memberikan bantuan kepada kami orang susah, ujarnya sedikit sedih ketika terlihat mata yang hampir berkaca kaca.

Ketika disinggung antara perasaan senang dan sedih saat berjualan . Imran mengatakan jika perasaaan paling bahagia dirasakannya saat kerupuknya  habis terjual karena pasti ada rejeki dibawa pulang sementara perasaan sedih ketika cuaca hujan dan kerupuk banyak yang kurang laku

Akan Terus Bejuang Sampai Batas Tenaga.

Ketika ditanya mau sampai kapan menjadi penjual kerupuk keliling karena usia yang kurang muda lagi? Ayah tiga orang anak ini menjawab lugas,  sampai hayat masih dikandung badan diberikan Tuhan. Dia akan tetap berjuang menjual kerupuk keliling demi ekonomi keluarganya.

sampai masih diberi Tuhan umur dan kesehatan. Saya akan berjualan untuk memperjuangkan pendidikan anak anakku” ujarnya.

Nasib sebagai penjual kerupuk keliling antar daerah di akui Imran, capek. Naik bus pick up milik juragannya dari  Pangkalan Berandan ke Sidikalang memakan waktu hampir 7 sampai 8 jam dijalan, tentu badan terasa letih. Setelah itu lagi berkeliling jalan kaki menjajakan dagangan lebih kurang 20 kilometer.

Diakhir pembicaraannya. Imran berharap dan terus berDoa dan dalam sujudnya bermohon kepada Allah agar memberikan nasib lebih baik lagi kepada anak anaknya tidak susah seperti dirinya (Ginting)

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Jutaaan Anggaran Ketahanan Pangan Desa Adian Gupa Tahun 2025 Di Duga Diselewengkan
Oknum Kadis Arogan Marahi Petugas Perumda Tirta Nciho , Ini Tanggapan Orangtua Korban Dan Direktur PDAM
Komitmen Wujudkan Zero Halinar, Rutan Sidikalang Gelar Razia Insidentil di Blok Hunian
Pasien Meninggal Dunia Karena Tak Dapat Sisrute. Direktur RSU Dan Bupati Dairi Dapat Tanggapan Minor
Pasien Meninggal Dunia Gak Dapat Rujukan SISRUTE, ini Penjelasan Direktur RSU Sidikalang
Petani Mulai Menjerit Manis Duku Tigalingga Dairi Tak Semanis Harganya
Dana Desa Kuta Jungak Pakpak Bharat TA.2023-2024 Dipertanyakan Peruntukannya
Penghentian Sementara Pelayanan HD Di RSU Sidikalang, Ini Jawaban Pihak Managemen

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 17:45 WIB

Polsek Lawe Sigala-gala Kawal Pembagian Makan Malam bagi Korban Banjir Bandang di Desa Lawe Tua Persatuan

Senin, 11 Mei 2026 - 17:12 WIB

Polres Aceh Tenggara Gelar Rikkes Berkala TA 2026, Kapolres Turut Ikuti Pemeriksaan

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:40 WIB

Team Resmob Sat Reskrim Polres Agara Berhasil Ungkap Kasus Pencurian, Satu Pelaku Diamankan

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:58 WIB

PDAM Tirta Agara Paparkan Capaian Kinerja dan Strategi Peningkatan PAD di Hadapan Komisi B DPRK Aceh Tenggara

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:13 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bergerak Cepat, Pengedar Sabu di Lawe Bulan Dibekuk Bersama Barang Bukti

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:25 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 13,35 Kg Ganja, Seorang Pemuda Diamankan di Ketambe

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:58 WIB

Truk Diduga Angkut Gondorukem Terjun ke Jurang di Agara, Nopol Ditutup, Lokasi Dijaga Ketat

Senin, 4 Mei 2026 - 22:42 WIB

Kapolda Aceh Apresiasi Kinerja Polres Aceh Tenggara dalam Penilaian Pelayanan Publik 2025

Berita Terbaru