Tangis Pilu dari Gayo Lues, Jembatan Gantung Desa Pasir Putus Diterjang Banjir dan Warga Harus Pertaruhkan Nyawa Setiap Hari Menyeberang

INDONESIA 24

- Redaksi

Minggu, 1 November 2026 - 00:18 WIB

5038 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses vital warga Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, putus diterjang banjir dan dibiarkan tanpa penanganan. Akibatnya, warga terpaksa menyeberangkan jenazah dengan perahu karet di tengah arus sungai yang meluap.

Peristiwa memilukan itu terekam dalam video kiriman warga pada Jumat, 31 Oktober 2026, dikutip dari video warga dan tautan Facebook Reel. Dalam rekaman tersebut, belasan warga terlihat menggotong keranda yang dibungkus kain batik, berjalan menembus banjir setinggi dada orang dewasa menuju pemakaman umum Kampung Pasir yang berada di seberang sungai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena jembatan gantung putus, jenazah harus dipindahkan ke atas perahu karet oranye yang kemudian ditarik manual menggunakan tali oleh warga yang berendam dan berenang melawan arus keruh berwarna cokelat. Tidak ada jembatan darurat, tidak ada perahu bermotor, hanya tenaga manusia yang dipertaruhkan.

Fakta ini menegaskan kelambanan penanganan yang tidak bisa lagi ditutupi. Jembatan gantung di Desa Pasir itu bukan putus hari ini. Warga menyebut jembatan tersebut telah putus sejak banjir besar melanda kawasan Tripe Jaya beberapa waktu lalu dan hingga 31 Oktober 2026 tidak ada satu pun langkah permanen yang dilakukan.

Di sinilah kritik keras harus diarahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana. BNPB sebagai lembaga yang memiliki anggaran besar, personel, dan kewenangan untuk penanganan darurat, dinilai gagal hadir cepat di Gayo Lues. Ke mana peringatan dini, ke mana jembatan bailey, ke mana jembatan gantung darurat yang seharusnya bisa dipasang dalam hitungan hari? Yang sampai di Desa Pasir hanya satu perahu karet bantuan dari pemerintah daerah yang harus didorong belasan orang.

Pola penanganan BNPB yang lamban dan birokratis kembali terulang. Bencana diumumkan, status tanggap darurat ditetapkan, konferensi pers digelar di Jakarta, tetapi di lapangan warga Desa Pasir harus berjuang sendiri untuk menguburkan jenazah. Ini bukan soal medan yang sulit, ini soal prioritas yang salah. Jika untuk membangun jembatan gantung darurat sepanjang puluhan meter saja butuh waktu berminggu-minggu, lalu untuk apa BNPB ada?

Warga Tripe Jaya kini tidak hanya kehilangan akses, mereka kehilangan rasa aman. Anak sekolah, ibu hamil, petani yang membawa hasil panen, semua harus mempertaruhkan nyawa setiap hari menyeberang sungai yang sama. Dan pada 31 Oktober 2026, bahkan orang yang sudah meninggal pun harus ikut merasakan lambannya negara.

Warga menyampaikan pesan yang menyayat hati, semoga jenazah berikutnya sudah ada alat penyeberangan. Pesan itu seharusnya menjadi tamparan keras bagi BNPB dan pemerintah pusat. Jangan biarkan Desa Pasir terus terisolasi hanya karena jembatan gantung yang tak kunjung diperbaiki.

(RED)

Berita Terkait

Anggota DPRK Gayo Lues Abdussalam Bongkar Lambannya GERETEK, Empat Juta Bibit Kopi Dijanjikan Tapi Petani Belum Terima Satu Batang Pun
Sudah Hampir Setahun Pasca Bencana BNPB Pusat Belum Bayarkan Sewa Alat Ke Pengusaha Lokal di Gayo Lues
Terpilih Secara Aklamasi, Deddy Yopiansyah Siap Kibarkan Panji Golkar Hingga Pelosok Kampung di Gayo Lues
Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Membuat Sumur Bor untuk Masyarakat Desa Kampung Pepelah dan Kampung Gajah
Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita
Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam
Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:13 WIB

HOAX! Kalapas Labuhan Ruku Tegaskan Isu RZ Kelola Narkoba di Dalam Lapas Tidak Benar, Lapas Labuhan Ruku Zero Narkoba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Front Mahasiswa Nasional Mimika Gelar  Kajian sambil Ngopi ! Bahas Tuntutan Mahasiswa serta Persoalan Pendidikan di Mimika

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Silaturahmi LAMR Meranti Duduk Bersama Insan Pers Jaga Marwah Melayu

Rabu, 30 September 2026 - 22:32 WIB

HORAS PRESISI: Kapolres Simalungun Pimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penyelesaian Sengketa Lahan di Girsang Sipangan Bolon

Selasa, 22 September 2026 - 01:39 WIB

BPK Sumsel Bantah Larang Sekolah Berlangganan Media, Lalu Siapa yang Hentikan Kemitraan di Ogan Ilir?

Senin, 21 September 2026 - 18:35 WIB

Pekanbaru: Tindak kekerasan yang dilakukan oknum Debt Colektor (DC) kian merajalela dan menjadi sorotan masyarakat, khususnya di kota Pekanbaru.

Rabu, 16 September 2026 - 00:43 WIB

PPWI Ogan Ilir Datangi BPK Sumsel, Tantang Kejelasan Larangan Sekolah Bermitra dengan Media

Berita Terbaru