ACEH TENGGARA – Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Semangat inilah yang diwujudkan Polres Aceh Tenggara melalui kegiatan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) bersama warga Desa Perapat Hulu, Kecamatan Babussalam, Rabu (28/10/2026) pukul 15.00 WIB, bertempat di balai desa setempat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Aceh Tenggara Kompol Rafliandi, yang mewakili Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA., Kapolsek Babussalam Iptu Yanto Tridasman, Wakapolsek Babussalam Ipda H. Beny Hendrano, personel Satbinmas dan Polsek Babussalam, Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Perapat Hulu, serta masyarakat setempat.
Forum ini menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, mengungkapkan persoalan yang dihadapi, sekaligus mencari solusi bersama demi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan menjadi perhatian warga, di antaranya pencurian, penyalahgunaan narkoba, serta penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Dalam arahannya, Wakapolres Aceh Tenggara Kompol Rafliandi mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan pos keamanan lingkungan (poskamling) sebagai langkah pencegahan terhadap tindak kriminalitas, khususnya pada malam hari.
“Keamanan lingkungan membutuhkan kepedulian bersama. Dengan mengaktifkan kembali poskamling dan meningkatkan komunikasi antarwarga, kita dapat memperkuat pengawasan lingkungan serta mempersempit peluang terjadinya tindak pidana,” pesannya.
Terkait persoalan narkoba, Kompol Rafliandi mengingatkan bahwa penyalahgunaan sabu dapat menimbulkan ketergantungan dan membawa dampak serius bagi kehidupan seseorang, keluarga, maupun lingkungan sosial. Dalam sejumlah kasus, kebutuhan untuk memperoleh narkoba dapat mendorong seseorang melakukan tindakan melanggar hukum, termasuk pencurian.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta segera menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan.
Mengenai persoalan ODGJ, Wakapolres menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk dengan dinas sosial dan instansi terkait, agar penanganan dapat dilakukan secara tepat, manusiawi, dan sesuai kebutuhan. Pendekatan yang mengedepankan kepedulian serta perlindungan terhadap individu yang membutuhkan bantuan dinilai penting untuk menjaga ketenteraman masyarakat.
Keamanan bukan hanya tentang kehadiran polisi, tetapi tentang kebersamaan dalam menjaga lingkungan. Ketika polisi dan masyarakat bersinergi, ruang bagi gangguan kamtibmas semakin dapat ditekan.
Polisi Bersama Masyarakat: Melindungi, Mengayomi, dan Melayani.




























