Kutacane — Banjir kembali mengancam Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (25/10/2026). Ironisnya, kondisi tanggul desa yang mulai menipis semakin menambah keresahan warga karena berpotensi memperparah dampak banjir, mengancam permukiman penduduk, serta merusak lahan pertanian masyarakat.
Sahidi Usman dan Agus Tamar, yang merupakan tokoh pemuda Desa Kuning I, menyuarakan keresahan masyarakat terkait kondisi tanggul yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Warga khawatir tanggul yang semakin menipis tidak mampu menahan luapan air apabila banjir kembali membesar.
Ancaman tersebut bukan hanya membayangi rumah-rumah warga, tetapi juga mengancam tanaman padi dan jagung yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan gagal panen dan kerugian ekonomi bagi para petani.
Sahidi Usman, yang akrab disapa Pale, berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara segera turun ke lapangan untuk meninjau kondisi tanggul dan mengambil langkah penanganan yang diperlukan.
“Kami berharap kepada BPBD Aceh Tenggara agar secepatnya melakukan pembuatan dan penguatan tanggul. Kami ingin menikmati hasil panen padi dan jagung kami, serta berharap rumah-rumah kami tidak terendam banjir,” ujar Sahidi Usman.
Sementara itu, Sahidi Usman bersama Agus Tamar menegaskan bahwa keselamatan warga dan keberlangsungan mata pencaharian petani harus menjadi perhatian serius. Menurut mereka, upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum banjir menimbulkan kerusakan yang lebih besar.
“Jangan tunggu rumah dan lahan kami terendam baru Anda turun ke desa kami,” tegas Sahidi .
Pernyataan tersebut menjadi gambaran keresahan warga yang berharap adanya respons cepat dan tindakan nyata dari pihak terkait. Bagi masyarakat Desa Kuning I, tanggul bukan sekadar bangunan penahan air, melainkan pelindung rumah, lahan pertanian, dan sumber penghidupan mereka.
Warga berharap BPBD Aceh Tenggara segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi tanggul yang mulai menipis, mengidentifikasi tingkat kerawanan, serta menentukan langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
Penanganan sejak dini dinilai penting agar ancaman banjir tidak berkembang menjadi bencana yang menimbulkan kerusakan rumah, kegagalan panen, dan kerugian ekonomi bagi masyarakat.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari BPBD Aceh Tenggara mengenai rencana penanganan tanggul di Desa Kuning I. Konfirmasi dari pihak terkait diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan. (*)






























